Selasa, 16 Agustus 2016

Puisi Fajrus Shiddiq Dimuat di Malang Post Minggu, 14 Agustus 2016

Paradoks Mimpi Merindumu

Dari rahim mimpi telah lahir kembang diskursus
Pretensi romansa pias wajahmu terangkum dalam opus
Temaram simfoni mengalun hantarkan ke tepian pupus
Ensiklopedi fatamorgana merah bibirmu memaksaku lupus

Puisi inilah sebenar-benar ode rindu
Saat aku terbangun dari gelisah tentang cumbu
Menafsir perihal librisid cemburu di kamus palsu
Tiba-tiba saja kau kabur bersama nyala lampu

Jadi sakitlah perseptual ilusi dan makin kronis
Membatu-karang menghantam karat hatiku dengan sporadis
Ciptakan sepi paling tajam, lebih dari tajam sayat keris
Karena kau bagiku siklus terakhir metamorfosis

O mawar! bila kau Eros diantara anggur-anggur surga
Kususuri sungaiku sendiri belantara hutan rimba
Tapi duri-durimu pasti menggores-menusuk buat luka
Maka biarkan aku lelap lagi meski sekedar sketsakan sandiwara

Kau malam aku kelam
Aku kelam kau malam
Gelap lalu masuk dalam-dalam
Api rindu mungkin padam

Malang, 21 Juli 2016

Sendenbu Cinta

Teman lelakinya berbisik di kuping kanan
Teman perempuannya berbisik di kuping kiri
Aku melihat kasat dari jauh dengan rekaan
Melahap habis satire redam emosi

Kuping dan hatinya dipenuhi bisik
Gadis itu makin angkuh dibawah terik
Gaya jalannya tak lagi angsa
Ialah merak di trotoar kota, dimangsa

Dari ceritanya kudengar ia akan atau sudah kawin
Sehabis kepalang skripsi lalu wisuda di musim dingin
Tapi dingin sebenarnya aku, ia cuma jadi lalu angin
Malam minggu itu, sudah lenyap di hari senin

Teman lelakinya berbisik lagi di kuping kiri
Teman barunya mulai berbisik di leher kanan
Mereka kemudian merayu, dekat menghampiri
Seperti saat aku hadiahinya dulu selayang kecupan

Sendenbu cinta punya setiap mata
Maka sekali kedip boleh saja langsung suka

Malang, 25 Juli 2016

Lamunan Bulan Juli

Kalau nanti sayang kita jumpa di laman mesra
Duduk bersanding kuade asmara di potret figura
Taman-taman sendiri kan jadi milik berdua
Kita ciptakan pelangi tepat ketika buka mata

Kau gadis belum sempat kutemu
Sebelum ayah ibu kasak-kusuk bicara menantu
Sebelum mereka melucu mimpi gendong cucu
Dari noctruno yang masih ambigu

Kita ngobrol dulu lah di warung kopi
Siapa tahu anganku-anganmu bisa kompromi
Aku pahit kau manis, melati tak berduri
Dari papasan sebentar itu, harummu masih kujilati

Bulan Juli sudah tak lagi hujan
Kering kerontang danau jiwaku yang karatan
Menggodamu, kata-kata mulai habis kutelan
Sedar nunggu anggukmu dalam lamunan


Malang, 27 Juli 2016

Penulis adalah Mahasiswa Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Puisinya dimuat di berbagai media seperti Qalam, KOMUNIKASI, Malang Post dll.

Kehebatan Surat Yasin


Oleh: Fajrus Shiddiq

Al-Quran dan Surat Rahasia

Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi terakhir, Muhamad SAW sebagai tuntunan dan rahmat untuk semesta alam. Meskipun al-Quran menggunakan bahasa Arab namun dapat dipahami siapa saja yang bersungguh-sungguh mempelajarinya dengan mudah. Al-Quran menjadi gudang ilmu pengetahuan dan sejarah, banyak di dalamnya ayat-ayat yang mengisahkan manusia-manusia masa lampau sebelum diturunkannya al-Quran dan juga menjadi banyak rujukan ilmu pengetahuan dan sains.

Ketika kita membaca ayat-ayat al-Quran dan merefleksikannya kepada fenomena pergumulan antar kelompok, nasional maupun global di era sekarang; maka kita tidak merasa bahwa ayat-ayat al-Quran tersebut diturunkan empat belas abad yang lalu dan dalam konteks masyarakat Arab yang terbatas, karena ayat-ayat tersebut mempunyai relevansi yang tinggi dengan konteks masyarakat masa kini. Disinilah letak universalitas dan keabadian al-Quran (Effendy, 2013: 3).

Kekuatan dan keistimewaan al-Quran banyak dikemukakan oleh ilmuan modern seperti Maurice Bucaille, Keith L. Moore dan lain-lain, mereka mendapatkan hidayah sehingga mengucapkan dua kalimat syahadat setelah berinteraksi dengan al-Quran. Bucaille sangat terkesan setelah mengkaji secara mendalam ayat-ayat tentang reproduksi manusia, yang ternyata sesuai dengan hasil temuan ilmiah modern. Sebagaimana Umar Ibn Khattab yang juga tersentuh hatinya saat pertama kali mendengar ayat al-Quran.

Turunnya al-Quran dalam sejarah menimbulkan akibat yang luas. Kesadaran bangsa semitik di Asia dan Afrika kuno, khususnya mereka yang berbahasa Arab sehari-hari begitu terpengaruh pada estetika al-Quran sehingga sejumlah orang dari mereka masuk islam secara bersama-sama. Mereka terpesona dengan ketinggian sastranya. Puisi sastra yang paling jenius melemah dihadapan keperkasaan al-Quran (Wargadinata, 2008: 222).

Al-Quran diturunkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Ia merespons persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat Arab dimana ia diturunkann. Banyak persoalan terjadi pada masyarakat Arab yang diperbincangkan oleh kitab suci ini. Bahkan, tidak sekedar memperbincangkannya saja, tetapi juga memberikan solusi, pandangan, dan penilaian terhadap persoalan itu, baik positif maupun negatif. Pandangan atau penilaiannya ini menjadi ajaran yang harus ditaati oleh komunitas muslim (Yusuf, 2012: 74).

Ayat atau surat-surat dalam al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur di dua kota, Mekah dan Madinah. Surat yang diturunkan di kota Mekah disebut Makkiyah dan surat yang diturunkan di Madinah disebut Madaniyah. Dalam al-Quran terdapat satu surat yang fenomenal dan menjadi surat favorit masyarakat muslim terutama di pondok pesantren Indonesia.  Yaasiin, Surat ke-36 dalam al-Quran adalah Yaasiin al-Makkiyah yang berisi ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihat. Dianamakan dengan Yaasiin karena diambil dari ayat pertama dalam surat tersebut.

Ayat-ayatnya (berjumlah 83) pendek adalah ciri dari ayat –ayat yang turun kepada nabi Muhammad di kota Mekah. Beberapa isi kandungan Surat Yaasiin antara lain kandungan keimanan, yaitu keimanan akan Allah dengan mensucikannya dengan sifat-sifatnya, keimanan akan al-Quran yang merupakan ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah SWT, keimanan akan surga dan sifat-sipatnya, keimanan akan hari akhir. Kandungan kisah-kisah, yaitu kisah utusan-utusan nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah. Salah satu ayatnya menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan astronomi, semua bintang di cakrawala berjalan pada garis edarnya.

Surat ini sudah tidak asing didengar. Beberapa dareah di Jawa dan Madura misalnya, di daerah Sumenep masih senantiasa melakukan ritual yasinan dan tahlilan pada setiap malam jumat yang dikemas dengan acara perkumpulan arisan. Perkumpulan arisan dilaksanakan setiap malam jumat secara estafet di kediaman pemenang arisan. Acara tersebut sebenarnya lebih mengedepankan tali silaturrahmi antar masyarakat desa yang di dominasi oleh petani ataupun nelayan. Dalam kegiatan tersebut, hadirin disuguhi jamuan makan dan minum yang disebut “tambul” dan tidak wajib adanya. Kegiatan tersebut hanya berlangsung sekitar satu setengah sampai dua jam yang diakhiri dengan jamuan makan.

Surat Yaasiin merupakan surat yang paling banyak dibaca diluar shalat. Surat dalam al-Quran ini paling banyak dicetak tersendiri. Dari 114 surat al-Quran mungkin tidak ada yang dicetak khusus tersendiri, terpisah dari surat-surat lainnya, kecuali surat Yaasiin. Surat Yaasiin ini banyak dicetak untuk memenuhi permintaan pihak yang salah satu anggota keluarganya meninggal dunia. Biasanya surat Yasin ini dibagikan kepada keluarga, tetangga,  atau kelompok pengajian pada hari ketujuh, ke-40, dan hari ke-100 meninggalnya. Bahkan pada peringatan tahunan ( haul ) meninggalnya seseorang.

مَنْ قَرَأَ يس فِيْ لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ
Nabi SAW bersabda: “Siapa yang membaca (surat) Yaasiin pada malam hari dengan mengharap keridooan Allah maka diampuni dosa-dosanya” (HR. At Thobroni/145, 418 dan Al-Bayhaqi/2360, 2361 dari Abu Huroiroh, Ad Darimi/3478 dari Hasan, Dishohihkan oleh Ibnu Hibban/2626).

مَنْ داوَمَ على قراءةِ يس كلَ ليلةٍ ثم مات مات شهيدًا
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa membaca Yaasiin setiap malam kemudian ia mati, maka ia mati dalam keadaan syahid” (HR. At-Thobroni/7217 dari Anas bin Malik).

اِقْرَءُوْا عَلَى مَوْتاَكُمْ يس
Diriwayatkan dari Ma’qol bin Yasar, bahwa Nabi SAW bersabda: “Bacalah untuk orang mati di antara kamu, surat Yaasiin” (Hadits Shohih Riwayat Ibnu Hibban/3064, juga diriwayatkan oleh Abu Daud/2714, Ibnu Majah/1438, Ahmad/19416, 19427, Nasa’i/10913, Alhakim/2028, Atthobroni/16904, Albayhaqi/2356, 8930).

Mengenai waktu pembacaannya, banyak Ulama menjelaskan bahwa boleh dilakukan saat seseorang dalam keadaan sekarat maupun sudah meninggal, adapun itu lebih baik dibacakan pada kedua waktu tersebut, sebelum dan sesudah meninggalnya. Dalam kitab At-Taysiir, Al-Munawi berkata:


وفي رواية ذكرها ابن القيم عند ( موتاكم ) أي من حضره الموت من المسلمين لأنّ الميت لا يقرأ عليه
“Dalam riwayat yang disebutkan Ibnu al-Qayyim: yang dimaksud “mautaakum” adalah muslim yang akan meninggal dunia, karena mayat tidak perlu lagi dibacakan.” Kemudian beliau mengatakan:

أو المراد اقرؤها عليه بعد موته والأولى الجمع
“Atau bisa juga maksudnya adalah bacakanlah setelah kematiannya. Yang paling utama adalah digabungkan.”

Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat al-Quran, maka demikian pula arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah SWT mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah SWT bersumpah dengan al-Quran bahwa Muhammad SAW  benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-sarul.
Pokok-pokok isinya:

1.      Keimanan
Bukti-bukti adanya hari berbangkit; al-Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah SWT; surga dan sifat-sifatNya yang disediakan untuk orang-orang mukmin, mensucikan Allah SWT dari sifat-sifat yang tidak layak bagiNya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

2.      Kisah
Kisah utusan-utusan nabi Isa AS dengan penduduk Anthakiyah, dll (Sunarto, 2009: 13).

Petunjuk Untuk Pendusta

يس satu huruf yang tidak berharokat maka tidak memiliki arti dalam bahasa Arab. Begitu juga dengan ي dan س. ي dalam ilmu fonologi masuk dalam kategori bunyi lamino-alveolar: yaitu artikulasi bunyi yang terjadi di lidah depan dan tempat keluarnya bunyi adalah langit-langit keras. Dengan saluran udara di tengah mulut artikulator aktif dan pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka (seperti dalam pembentukan vokal), tetapi tidak cukup sempit untuk dapat menghasilkan friksi/ geseran, maka menghasilkan huruf ي sebagai konsonan hampiran. Huruf س termasuk bunyi lamino yaitu suara yang keluar dari gusi seperti dengan cara artikulasi geseran. يس berarti keajaiban, sesuai dengan turunnya surat ini pada kamis malam saat rasulullah SAW dalam kepungan para kafir quraisy, akan tetapi mereka semua dibuat tertidur ketika nabi Muhammad SAW membacakan ayat tersebut.

والقرآن الحكيم dalam ilmu nahwu, huruf و tersebut adalah qasam. Allah SWT bersumpah dengan mengatasnamakan al-Quran sebagai kebijakan. Ayat ini dalam ilmu balaghah termasuk dalam kategori tasybih baligh (comparison). Ayat ini menginterpretasikan bahwa al-Quran adalah kebijakan yang didalamnya mencakup sejarah dan ilmu pengetahuan.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat-ayat awal surat ini menjelaskan tentang Rasulullah SAW dan al-Quran sebagai pemberi peringatan, ayat-ayat tersebut sambungan dari al-Baqarah tentang al-Quran yang penuh hikmah.

Ayat-ayat dalam al-Quran banyak menggunakan pola perimaan yang indah membentuk musikal (menurut Sutardji, yang paling penting dalam pembuatan puisi adalah pembangunan unsuk musik didalamnya) sehingga irama (Tjahjono, 2000: 3) menjadi salah satu pembentuk efek estetik dan artistik sebuah bangunan karya yang disebut puisi. إنك لمن المرسلين # على صراط مستقيم # تنزيل العزيز الرحيم ketiga ayat tersebut memakai pola persajakan (as-saj’u) dalam pantun.

Kondisi orang-orang yang telah ditetapkan kesengsaraan baginya adalah tema ayat-ayat awal surat Yaasiin dalam tafsir at-Thabari (XX/492). فهم مقمحون firman Allah SWT yang artinya; “maka karena itu mereka bertengadah”. Orang yang bertengadah iyalah orang yang mengangkat kepalanya seperti diungkapkan Ummu Zar’ain; “saya minum (air) lalu saya menengadah”. Artinya, saya minum hingga puas lalu saya mengangkat kepala karena senang dan puas.

Ibnu Ishaq berkata berdasar riwayat yang sampai kepadanya dari Ibnu Abbas ra, Ka’ul al-Ahbar dan Wahab bin Munabbih; “negeri itu adalah negeri Anthakia, rajanya adalah Anthaikhus bin Anthaikus bin Anthaikus. Dia menyembah berhala dan mendustakan utusan-utusan Allah yang dikirimkan kepadanya dan kaumnya (Yaasiin ayat 13-17). Pada ayat-ayat awal surat ini, Yaasiin menunjukkan fungsi petunjuk bagi غافلون dan  لا يؤمنون dan juga  كاذبون.

Ketidak percayaan kaum-kaum terdahulu terhadap revolusi religitas bukan karena mereka tidak meyakini adanya ajaran agama yang lurus, tetapi hal-hal seperti غلف atau kematian hati, influence persuation of the king, dan kecendrungan terhadap mitologi menyebabkan irrasionalitas dalam diri mereka melekat erat sehingga mereka tidak bisa dengan mudah menyimpulkan ajaran yang datang dengan logis dan masuk akal. Al-Quran sebagai petunjuk tidak ditulis oleh pengarangNya, tetapi ditulis sebagai mushaf oleh sahabat nabi Muhammad SAW, mungkin inilah yang menjadi titik dusta mereka yang tidak percaya terhadap ke-otentik-an ayat-ayat al-Quran. Pada sejarah filsafat alam Athena, Socrates (470-399 SM) tidak pernah menulis sebaris kalimatpun, akan tetapi ia paling berpengaruh terhadap pemikiran Eropa yang kemudian ajarannya dituliskan oleh muridnya, Plato (428-347 SM). Filsafat alam Yunani/ Grik waktu itu sangat menentang mitologi sehingga lambat laun merubah peradaban Yunani dengan filsafat.

Plato dalam teori idenya berkata; ada realitas dibalik dunia materi, semua fenomena alam hanyalah bayang-bayang dari bentuk ide yang kekal. Aristoteles dalam teori tangga alamnya berkata; tuhan menggerakkan dunia, ia paling puncak di tangga alam. Plotinus juga menyatakan bahwa segala sesuatu itu satu, sebab segala sesuatu berasal dari tuhan. Tokoh empiris, John Locke menyatakan bahwa akal manusia mampu mengetahui bahwa tuhan itu ada. Dan yang paling puitis adalah pernyataan filosof Konisberg, Immanuel Kant; langit berbintang diatasku dan hukum moral didalam diriku. Maka ekuivalensi atom (Democritus) dan tuhan sesuai dengan firman Allah dalam surat ini, إنا نحن نحي الموتى ونكتب ما قدموا وأثارهم، و كل شيء أحصينىه في إمام مبين.

Orang-orang yang tertutup hatinya menganggap kedatangan utusan Allah SWT sebagai sumber kesialan, إنا تطيرنا بكم. Di Prancis, warga muslim tidak diberi ruang bebas karena dianggap mengancam liberalisme dan disinyalir sebagai akar terorisme. Baru-baru ini di negara kita Indonesia, kita dikagetkan dengan diskursus pelarangan pengumandangan adzan karena dianggap mengganggu sekitar. Surat Yaasiin menunjukkan kompatibelitas yang terjadi pada zamannya, zaman kuno sebelumnya, dan zaman modern saat ini tanpa pretensi, yang dikandungnya adalah sebuah realitas dan tuntunan hidup bagi mereka yang berfikir.

Keselamatan dan Kehidupan Setelah Mati

            ااتحذ من دونه آلهة إن يردن الرحمن بضر لا تغن عني شفاعتهم شيأ ولا ينقدون.
            Nabi-nabi Allah SWT adalah utusan yang tidak meminta balasan apapun, menyampaikan risalah tuhan, dan merekalah yang mendapat petunjuk. Maka ikutilah utusan-utusan itu, merekalah yang mengajarkan etimologi keselamatan yang sesungguhnya, yaitu agama yang lurus dari tuhannya.

            Keselamatan adalah cita-cita setiap manusia, filosof Afrika Utara St. Agustin (350-430) menyatakan bahwa kehendak baik adalah hasil karya tuhan, sedangkan kehendak jahat adalah akibat meninggalkan tuhan. Maka jalan keselamatan hanya bisa ditempuh lewat jalan yang ditunjukkan oleh tuhan, karena hanya kepadaNyalah semua manusia kembali.

            Berbeda dengan kritik sosial pemikir Prancis, Bergson yang menyuarakan kecemasan dan fatalisme agama statis yang ditimbulkan oleh keinsyafan akan ketakutan terhadap kematian yang digambarkan oleh agama. Maka manusia dapat meminta pertolongan kepada tuhannya dengan skeptis tanpa memperhatikan akal budi terhadap kehidupan nyata di dunia. Hal senada juga disampaikan oleh jagoan kiri Karl Marx, menurutnya manusia hanya berandai-andai tentang surga, daripada berusaha memperjuangkan upah kerja yang memadai. Tapi sebenarnya yang menjadi kritik Marx bukanlah hakikat tuhan dan metafisika agama, melainkan praktek keberagamaan yang bersifat eskapis, yaitu menjadikan agama sebagai pelarian dari pergulatan sosial yang memerlukan penyelesaian konkret. Keberagamaan semacam itu tak ubahnya sebagai opium (mengurangi rasa sakit) yang berfungsi menghilangkan derita sementara karena akar penyakitnya tidak tersentuh sama sekali.


             Barangkali yang luput dari analisa dua pemikir diatas adalah bahwa Allah SWT adalah tempat kembali. Marx adalah manusia, setiap manusia pasti mati, maka Marx telah mati. Kehidupan di dunia hanyalah sementara dan manusia diciptkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Keselamatan yang dimaksud dalam Yaasiin adalah keselamatan dari siksa yang sangat pedih. Abstraksi keselamatan dapat kita lihat pada ayat diatas, keselamatan adalah syafaat yang diberikan Allah SWT kepada hambanya yang memohon petunjuk.