Oleh: Fajrus Shiddiq
Al-Quran dan Surat Rahasia
Al-Quran adalah
wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi terakhir, Muhamad SAW sebagai
tuntunan dan rahmat untuk semesta alam. Meskipun al-Quran menggunakan bahasa
Arab namun dapat dipahami siapa saja yang bersungguh-sungguh mempelajarinya
dengan mudah. Al-Quran menjadi gudang ilmu pengetahuan dan sejarah, banyak di
dalamnya ayat-ayat yang mengisahkan manusia-manusia masa lampau sebelum diturunkannya
al-Quran dan juga menjadi banyak rujukan ilmu pengetahuan dan sains.
Ketika kita
membaca ayat-ayat al-Quran dan merefleksikannya kepada fenomena pergumulan
antar kelompok, nasional maupun global di era sekarang; maka kita tidak merasa
bahwa ayat-ayat al-Quran tersebut diturunkan empat belas abad yang lalu dan
dalam konteks masyarakat Arab yang terbatas, karena ayat-ayat tersebut
mempunyai relevansi yang tinggi dengan konteks masyarakat masa kini. Disinilah
letak universalitas dan keabadian al-Quran (Effendy, 2013: 3).
Kekuatan dan
keistimewaan al-Quran banyak dikemukakan
oleh ilmuan modern seperti Maurice Bucaille, Keith L. Moore dan lain-lain, mereka mendapatkan hidayah sehingga mengucapkan dua kalimat syahadat setelah berinteraksi dengan al-Quran. Bucaille sangat terkesan setelah mengkaji secara mendalam
ayat-ayat tentang reproduksi manusia, yang ternyata sesuai dengan hasil temuan
ilmiah modern. Sebagaimana Umar Ibn Khattab yang juga tersentuh hatinya saat
pertama kali mendengar ayat al-Quran.
Turunnya al-Quran dalam sejarah menimbulkan akibat
yang luas. Kesadaran bangsa semitik di Asia dan Afrika kuno, khususnya mereka yang berbahasa Arab sehari-hari begitu terpengaruh pada estetika
al-Quran sehingga sejumlah orang dari mereka masuk islam secara bersama-sama. Mereka
terpesona dengan ketinggian sastranya. Puisi sastra yang paling jenius melemah
dihadapan keperkasaan al-Quran
(Wargadinata, 2008: 222).
Al-Quran
diturunkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Ia merespons persoalan yang muncul
ditengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat Arab dimana ia diturunkann.
Banyak persoalan terjadi pada masyarakat Arab yang diperbincangkan oleh kitab
suci ini. Bahkan, tidak sekedar memperbincangkannya saja, tetapi juga
memberikan solusi, pandangan, dan penilaian terhadap persoalan itu, baik
positif maupun negatif. Pandangan atau penilaiannya ini menjadi ajaran yang
harus ditaati oleh komunitas muslim (Yusuf, 2012: 74).
Ayat atau
surat-surat dalam al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur di dua kota,
Mekah dan Madinah. Surat yang diturunkan di kota Mekah disebut Makkiyah dan
surat yang diturunkan di Madinah disebut Madaniyah. Dalam al-Quran
terdapat satu surat yang fenomenal dan menjadi surat favorit masyarakat muslim
terutama di pondok pesantren
Indonesia. Yaasiin, Surat ke-36 dalam
al-Quran adalah Yaasiin al-Makkiyah yang berisi ayat-ayat muhkamat dan
mutasyabihat. Dianamakan dengan Yaasiin karena
diambil dari ayat pertama dalam surat tersebut.
Ayat-ayatnya
(berjumlah 83) pendek adalah ciri dari ayat –ayat yang turun kepada nabi
Muhammad di kota Mekah. Beberapa isi kandungan Surat Yaasiin antara lain
kandungan keimanan, yaitu keimanan akan Allah dengan mensucikannya dengan
sifat-sifatnya, keimanan akan al-Quran yang merupakan ilmu, kekuasaan dan
rahmat Allah SWT, keimanan akan surga dan sifat-sipatnya, keimanan akan hari
akhir. Kandungan kisah-kisah, yaitu kisah
utusan-utusan nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah. Salah satu
ayatnya menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan astronomi, semua bintang di
cakrawala berjalan pada garis edarnya.
Surat ini sudah tidak asing
didengar. Beberapa dareah di Jawa dan Madura misalnya, di daerah Sumenep masih
senantiasa melakukan ritual yasinan dan tahlilan pada setiap malam jumat yang
dikemas dengan acara perkumpulan arisan. Perkumpulan
arisan dilaksanakan setiap malam jumat secara estafet di kediaman pemenang
arisan. Acara tersebut sebenarnya lebih mengedepankan tali silaturrahmi antar
masyarakat desa yang di dominasi oleh petani ataupun nelayan. Dalam kegiatan
tersebut, hadirin disuguhi jamuan makan dan minum yang disebut “tambul” dan
tidak wajib adanya. Kegiatan tersebut hanya berlangsung sekitar satu setengah
sampai dua jam yang diakhiri dengan jamuan makan.
Surat Yaasiin merupakan surat
yang paling banyak dibaca diluar shalat. Surat dalam al-Quran ini paling banyak
dicetak tersendiri. Dari 114 surat al-Quran mungkin tidak ada yang dicetak
khusus tersendiri, terpisah dari surat-surat lainnya, kecuali surat Yaasiin. Surat
Yaasiin ini banyak dicetak untuk memenuhi permintaan pihak yang salah
satu anggota keluarganya meninggal dunia. Biasanya surat Yasin ini dibagikan
kepada keluarga, tetangga, atau kelompok
pengajian pada hari ketujuh, ke-40, dan hari ke-100 meninggalnya. Bahkan pada
peringatan tahunan ( haul ) meninggalnya seseorang.
مَنْ قَرَأَ يس فِيْ لَيْلَةٍ
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ
Nabi SAW bersabda: “Siapa yang
membaca (surat) Yaasiin pada malam hari dengan mengharap keridooan
Allah maka diampuni dosa-dosanya” (HR. At Thobroni/145, 418 dan
Al-Bayhaqi/2360, 2361 dari Abu Huroiroh, Ad Darimi/3478 dari Hasan, Dishohihkan
oleh Ibnu Hibban/2626).
مَنْ داوَمَ على قراءةِ يس كلَ ليلةٍ
ثم مات مات شهيدًا
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa
membaca Yaasiin setiap malam kemudian ia mati, maka ia mati dalam keadaan
syahid” (HR. At-Thobroni/7217 dari Anas bin Malik).
اِقْرَءُوْا عَلَى مَوْتاَكُمْ يس
Diriwayatkan dari Ma’qol bin Yasar,
bahwa Nabi SAW bersabda: “Bacalah untuk orang mati di antara kamu, surat
Yaasiin” (Hadits Shohih Riwayat Ibnu Hibban/3064, juga diriwayatkan oleh
Abu Daud/2714, Ibnu Majah/1438, Ahmad/19416, 19427, Nasa’i/10913, Alhakim/2028,
Atthobroni/16904, Albayhaqi/2356, 8930).
Mengenai waktu
pembacaannya, banyak Ulama menjelaskan bahwa boleh dilakukan saat seseorang dalam
keadaan sekarat maupun sudah meninggal, adapun itu lebih baik dibacakan pada
kedua waktu tersebut, sebelum dan sesudah meninggalnya. Dalam kitab At-Taysiir, Al-Munawi berkata:
وفي رواية ذكرها ابن القيم عند (
موتاكم ) أي من حضره الموت من المسلمين لأنّ الميت لا يقرأ عليه
“Dalam riwayat yang disebutkan Ibnu al-Qayyim:
yang dimaksud “mautaakum” adalah muslim yang akan meninggal dunia,
karena mayat tidak perlu lagi dibacakan.” Kemudian beliau mengatakan:
أو المراد اقرؤها عليه بعد موته
والأولى الجمع
“Atau bisa juga maksudnya adalah
bacakanlah setelah kematiannya. Yang paling utama adalah digabungkan.”
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf
abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat al-Quran, maka demikian pula
arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah
SWT mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang
penting antara lain: Allah SWT bersumpah dengan al-Quran bahwa Muhammad
SAW benar-benar seorang rasul yang
diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-sarul.
Pokok-pokok isinya:
1.
Keimanan
Bukti-bukti adanya hari berbangkit;
al-Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah SWT; surga dan sifat-sifatNya yang disediakan untuk
orang-orang mukmin, mensucikan Allah SWT dari sifat-sifat yang tidak layak
bagiNya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala
perbuatannya di dunia.
2.
Kisah
Kisah
utusan-utusan nabi Isa AS dengan penduduk Anthakiyah, dll (Sunarto, 2009: 13).
Petunjuk Untuk Pendusta
يس satu huruf yang
tidak berharokat maka tidak memiliki arti dalam bahasa Arab. Begitu juga dengan
ي dan س. ي
dalam ilmu fonologi masuk dalam kategori bunyi lamino-alveolar: yaitu
artikulasi bunyi yang terjadi di lidah depan dan tempat keluarnya bunyi adalah
langit-langit keras. Dengan saluran udara di tengah mulut artikulator aktif dan
pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka (seperti dalam pembentukan
vokal), tetapi tidak cukup sempit untuk dapat menghasilkan friksi/ geseran,
maka menghasilkan huruf ي sebagai konsonan hampiran. Huruf
س
termasuk bunyi lamino yaitu suara yang keluar dari gusi seperti dengan cara
artikulasi geseran. يس berarti keajaiban, sesuai dengan
turunnya surat ini pada kamis malam saat rasulullah SAW dalam kepungan para
kafir quraisy, akan tetapi mereka semua dibuat tertidur ketika nabi Muhammad
SAW membacakan ayat tersebut.
والقرآن الحكيم dalam ilmu nahwu, huruf و
tersebut adalah qasam. Allah SWT bersumpah dengan mengatasnamakan
al-Quran sebagai kebijakan. Ayat ini dalam ilmu balaghah termasuk dalam
kategori tasybih baligh (comparison). Ayat ini menginterpretasikan bahwa
al-Quran adalah kebijakan yang didalamnya mencakup sejarah dan ilmu
pengetahuan.
Dalam tafsir
Ibnu Katsir, ayat-ayat awal surat ini menjelaskan tentang Rasulullah SAW dan
al-Quran sebagai pemberi peringatan, ayat-ayat tersebut sambungan dari al-Baqarah
tentang al-Quran yang penuh hikmah.
Ayat-ayat dalam
al-Quran banyak menggunakan pola perimaan yang indah membentuk musikal (menurut
Sutardji, yang paling penting dalam pembuatan puisi adalah pembangunan unsuk
musik didalamnya) sehingga irama (Tjahjono, 2000: 3) menjadi salah satu
pembentuk efek estetik dan artistik sebuah bangunan karya yang disebut puisi. إنك لمن المرسلين # على صراط مستقيم # تنزيل العزيز الرحيم ketiga ayat tersebut memakai
pola persajakan (as-saj’u) dalam pantun.
Kondisi
orang-orang yang telah ditetapkan kesengsaraan baginya adalah tema ayat-ayat
awal surat Yaasiin dalam tafsir at-Thabari (XX/492). فهم مقمحون
firman Allah SWT yang artinya; “maka karena itu mereka bertengadah”. Orang yang bertengadah iyalah orang yang mengangkat kepalanya
seperti diungkapkan Ummu Zar’ain; “saya minum (air) lalu saya menengadah”.
Artinya, saya minum hingga puas lalu saya mengangkat kepala karena senang dan
puas.
Ibnu Ishaq berkata berdasar riwayat
yang sampai kepadanya dari Ibnu Abbas ra, Ka’ul al-Ahbar dan Wahab bin
Munabbih; “negeri itu adalah negeri Anthakia, rajanya adalah Anthaikhus bin
Anthaikus bin Anthaikus. Dia menyembah berhala dan mendustakan utusan-utusan
Allah yang dikirimkan kepadanya dan kaumnya (Yaasiin ayat 13-17). Pada
ayat-ayat awal surat ini, Yaasiin menunjukkan fungsi petunjuk bagi غافلون dan
لا يؤمنون dan
juga كاذبون.
Ketidak
percayaan kaum-kaum terdahulu terhadap revolusi religitas bukan karena mereka
tidak meyakini adanya ajaran agama yang lurus, tetapi hal-hal seperti غلف
atau kematian hati, influence persuation of the king, dan kecendrungan
terhadap mitologi menyebabkan irrasionalitas dalam diri mereka melekat erat
sehingga mereka tidak bisa dengan mudah menyimpulkan ajaran yang datang dengan
logis dan masuk akal. Al-Quran sebagai petunjuk tidak ditulis oleh
pengarangNya, tetapi ditulis sebagai mushaf oleh sahabat nabi Muhammad SAW,
mungkin inilah yang menjadi titik dusta mereka yang tidak percaya terhadap
ke-otentik-an ayat-ayat al-Quran. Pada sejarah filsafat alam Athena, Socrates
(470-399 SM) tidak pernah menulis sebaris kalimatpun, akan tetapi ia paling
berpengaruh terhadap pemikiran Eropa yang kemudian ajarannya dituliskan oleh
muridnya, Plato (428-347 SM). Filsafat alam Yunani/ Grik waktu itu sangat
menentang mitologi sehingga lambat laun merubah peradaban Yunani dengan
filsafat.
Plato dalam
teori idenya berkata; ada realitas dibalik dunia materi, semua fenomena alam
hanyalah bayang-bayang dari bentuk ide yang kekal. Aristoteles dalam teori
tangga alamnya berkata; tuhan menggerakkan dunia, ia paling puncak di tangga
alam. Plotinus juga menyatakan bahwa segala sesuatu itu satu, sebab segala
sesuatu berasal dari tuhan. Tokoh empiris, John Locke menyatakan bahwa akal
manusia mampu mengetahui bahwa tuhan itu ada. Dan yang paling puitis adalah
pernyataan filosof Konisberg, Immanuel Kant; langit berbintang diatasku dan
hukum moral didalam diriku. Maka ekuivalensi atom (Democritus) dan tuhan sesuai
dengan firman Allah dalam surat ini, إنا نحن نحي الموتى ونكتب ما قدموا وأثارهم، و كل شيء أحصينىه في إمام
مبين.
Orang-orang yang
tertutup hatinya menganggap kedatangan utusan Allah SWT sebagai sumber
kesialan, إنا تطيرنا بكم. Di Prancis, warga muslim tidak
diberi ruang bebas karena dianggap mengancam liberalisme dan disinyalir sebagai
akar terorisme. Baru-baru ini di negara kita Indonesia, kita dikagetkan dengan
diskursus pelarangan pengumandangan adzan karena dianggap mengganggu sekitar. Surat
Yaasiin menunjukkan kompatibelitas yang terjadi pada zamannya, zaman
kuno sebelumnya, dan zaman modern saat ini tanpa pretensi, yang dikandungnya
adalah sebuah realitas dan tuntunan hidup bagi mereka yang berfikir.
Keselamatan dan Kehidupan Setelah Mati
ااتحذ من دونه آلهة إن يردن الرحمن بضر لا تغن
عني شفاعتهم شيأ ولا ينقدون.
Nabi-nabi Allah SWT adalah utusan yang tidak
meminta balasan apapun, menyampaikan risalah tuhan, dan merekalah yang mendapat
petunjuk. Maka ikutilah utusan-utusan itu, merekalah yang mengajarkan etimologi
keselamatan yang sesungguhnya, yaitu agama yang lurus dari tuhannya.
Keselamatan
adalah cita-cita setiap manusia, filosof Afrika Utara St. Agustin (350-430)
menyatakan bahwa kehendak baik adalah hasil karya tuhan, sedangkan kehendak
jahat adalah akibat meninggalkan tuhan. Maka jalan keselamatan hanya bisa
ditempuh lewat jalan yang ditunjukkan oleh tuhan, karena hanya kepadaNyalah
semua manusia kembali.
Berbeda
dengan kritik sosial pemikir Prancis, Bergson yang menyuarakan kecemasan dan
fatalisme agama statis yang ditimbulkan oleh keinsyafan akan ketakutan terhadap
kematian yang digambarkan oleh agama. Maka manusia dapat meminta pertolongan
kepada tuhannya dengan skeptis tanpa memperhatikan akal budi terhadap kehidupan
nyata di dunia. Hal senada juga disampaikan oleh jagoan kiri Karl Marx,
menurutnya manusia hanya berandai-andai tentang surga, daripada berusaha
memperjuangkan upah kerja yang memadai. Tapi sebenarnya yang menjadi kritik
Marx bukanlah hakikat tuhan dan metafisika agama, melainkan praktek
keberagamaan yang bersifat eskapis, yaitu menjadikan agama sebagai pelarian
dari pergulatan sosial yang memerlukan penyelesaian konkret. Keberagamaan
semacam itu tak ubahnya sebagai opium (mengurangi rasa sakit) yang
berfungsi menghilangkan derita sementara karena akar penyakitnya tidak
tersentuh sama sekali.
Barangkali yang luput dari analisa dua pemikir
diatas adalah bahwa Allah SWT adalah tempat kembali. Marx adalah manusia,
setiap manusia pasti mati, maka Marx telah mati. Kehidupan di dunia hanyalah
sementara dan manusia diciptkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.
Keselamatan yang dimaksud dalam Yaasiin adalah keselamatan dari siksa
yang sangat pedih. Abstraksi keselamatan dapat kita lihat pada ayat diatas,
keselamatan adalah syafaat yang diberikan Allah SWT kepada hambanya yang memohon
petunjuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar