Pesta Musim Hujan
Sampai
malam lebih larut dari menanti embun
Aku
dipaksa terbangun dengan mimpi-mimpi tentangmu
Merasuki
deras aliran darah paling merah
Hati
saling kita kembarakan ditukar
Doa
saling kita panjatkan diharap
Bersembunyi
dibalik norma dan waktu dhuha
Sebelum
benar-benar terdengar riuh haru iringan kerabat
Aku
ingin berpesta tanpa hujan
Bersanding
denganmu dekat perapian
Sesuguhan
untuk setiap yang datang menitip petuah
Bila
tangis hanya terdengar oleh pandangan mata
Karena
lagu akan dialunkan lebih keras,
Aku
ingin berpesta di musim hujan
Satu
hari yang sesak janur-janur
Maka
peganglah erat tanganku,
Menyelam
hingga kita lihat terumbu dan pesona
Meninggalkan
cerita ditepian pantai
Desember 2015
MANTAN X
Istikharah-istighfar-qur'an-dzikir
Kudo'akan sebagai fatiha terakhir
Dan kau malah deras memantra satir
Menyadur petuah temanmu yang katanya "penyair"
Menyerang puisiku seperti lesatan panah tukang sihir
Seperti rengekan bayi pada ibu yang getir
Dalam hatimu mengumpat-ngumpat seolah berpikir
Kuiyakan saja. Karena sampan sudah kandas atas pasir
Juga supaya bibirmu berhenti bercibir.
Yumkin hadza ikhtibar min Rabbi
al-Qadir
Li astafid min tilka al-qissati
kulla khoir.
Mei 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar