Kamis, 10 Januari 2019

HARIAN FAJAR - PUISI FAJRUS SHIDDIQ


Pesta Musim Hujan

Sampai malam lebih larut dari menanti embun
Aku dipaksa terbangun dengan mimpi-mimpi tentangmu
Merasuki deras aliran darah paling merah

Hati saling kita kembarakan ditukar
Doa saling kita panjatkan diharap
Bersembunyi dibalik norma dan waktu dhuha
Sebelum benar-benar terdengar riuh haru iringan kerabat

Aku ingin berpesta tanpa hujan
Bersanding denganmu dekat perapian
Sesuguhan untuk setiap yang datang menitip petuah
Bila tangis hanya terdengar oleh pandangan mata
Karena lagu akan dialunkan lebih keras,
Aku ingin berpesta di musim hujan
Satu hari yang sesak janur-janur

Maka peganglah erat tanganku,
Menyelam hingga kita lihat terumbu dan pesona
Meninggalkan cerita ditepian pantai

Desember 2015


MANTAN X


Istikharah-istighfar-qur'an-dzikir
Kudo'akan sebagai fatiha terakhir
Dan kau malah deras memantra satir
Menyadur petuah temanmu yang katanya "penyair"
Menyerang puisiku seperti lesatan panah tukang sihir
Seperti rengekan bayi pada ibu yang getir
Dalam hatimu mengumpat-ngumpat seolah berpikir
Kuiyakan saja. Karena sampan sudah kandas atas pasir
Juga supaya bibirmu berhenti bercibir.
Yumkin hadza ikhtibar min Rabbi al-Qadir
Li astafid min tilka al-qissati kulla khoir.

Mei 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar