Kamis, 17 Januari 2019

RADAR MADURA - PUISI FAJRUS SHIDDIQ

Puisi Seorang Jurnalis

Ini musim labah-labah janda hitam
Simposium diskusi makin serat. di jami’ah
warung kopi/ kolam pancing/
menyantap tempe goreng hangat, dalam pelukan gigil
Labah-labah jadi cakap angin di simpang waktu

Kota ini jadi tambah macet. sebab
Orang berdasi dari Jakarta itu
Berduyun-duyun datang
Di kota yang malang
Diksi-diksi kotor dari ibu kota
Terseret angin, masuk ke kantong saku politisi
dan ke dompet konvensi
Seperti serbuk sari saja
Jatuh melekap di pangkuan lengan putik
Fotosintesis
Sempurna
Lalu politisi menebar senyum paripurna

Tapi malam ini, diskusi tidak sebegitu
Pandai ahli dari istana
Agak-agih hasil peluh tuan presiden
Ia berkata;
”Lebih baik diskusi tidak jadi konsumsi media,” erangnya
merambat lewat mikropon

semua ruang sudah terkepung
oleh kabut-kabut kampanye.
Sampai di sini saja puisi ini.

Malang, 16 Desember 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar