Musim Sepi dan Kenangan
Di musim sepi berkepanjangan
Aku pura-pura berjalan
Di depan perpustakaan
Tempat kita saling baca
Aksara cinta
Gugur daun-daun kau tuliskan
Jadi puisi,
Untukku.
Di pojok rak buku sastra, kau selipkan
mantra di antara tanda baca
Ah, daripada terus ingat parasmu
Aku memilih pulang
Tapi di langkah kaku
Kucium aroma parfum tak asing,
Yang kulihat hanya kenangan
Malang, 22 Oktober 2016
Bulan Tenggelam dibalik Bukit
Bulan
tenggelam malam minggu
Dibalik
bukit tanpa nama dekat bukit tempat cinta. Dimana dua merpati hilang sayap:
terbangkan hayal
Kemesraan
milik penerjun dipinjam
Merayap
paving sejauh lembah
Dibukit
itu cinta bertebar wangi
Pada
dulumat malam; laila;
Tanpa
caya bulan
Sepasang
kekasih mulai muak keramaian. Mereka pergi
Mencari
bulan sepi
Paralayang Batu, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar