Kamis, 10 Januari 2019

RADAR JOMBANG - PUISI FAJRUS SHIDDIQ


Hikayat Pertemuan

Aku malu-malu menatapmu
Yang kerling buat parau
Sejuk daunan pekarangan sekolah

Laman pertama,
Secarik hikayat pandangan tak tajam
Cerita tentang pertemuan
Saling membelakangi
Lensa kacamata teduh puisi
Dari bahasa tak kasat
Isyarat

Hari masih setengah bisu
Arah-arah kaku untuk kulangkah
Semakin menyelamimu

2015


Selesai

Gloomy Sundayadalah minggu pagi dimana aku menemuimu dan kau telah mati di karang janjimu.

Hari itu juga membekukanku, membunuhku sepagian. Mati bersama puisi cinta dan rindu.

30 Mei 2016


Memoar; Alun-Alun Batu

/
Aku dan kenangan
Menulis sepi di relung puisi
Bianglala jadi saksi mesra; dialog aku dan miskrammu,
Requiem cintamu.

/
Air memancur dari jening hati
Setiap kacamata kupandangi,
Itu bukan kau; kudung cokelat kudung hitam kadang tak kudung.
Ciptakan bayang sumbang

Agustus 2016


KIKY
;Kekasihku

Aku melamun sepanjang senja
Di kota bunga. mengeja merah rona
Sebab tak kunjung sampai melati putih
juga semerbak wanginya
Sedang angin tak hentinya mencabik-cabik waktu
Menghempasnya dalam relung dadaku

Aku bergayut pada tanda tanya
Jemari mencengkram titiknya
Agar remuk sabit clurit
Gagangnya senjataku menyibak mendung langit senja

Sejak itu wangi melati putih kuciumi
Pada lapang belantara taman senja
Paras cantikmu telanjangi cakrawala barat
Sedang matahari kulempar jauh
ke punggung samudera

Tapi di bawah senja
Kau datang bersama mimpi burukmu
Mempersangsikan durja hitamku
Aku mendekap kesangsianmu, kau tenggelam di pelukku

Sejak itu kau setulus puspa
Kupetiki putih hatimu tiada khatamnya
Bertabur di sanggulmu, menghiasi pelaminan kita

Malang, 18 Desember 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar