Hikayat
Pertemuan
Aku malu-malu
menatapmu
Yang kerling
buat parau
Sejuk daunan
pekarangan sekolah
Laman pertama,
Secarik hikayat
pandangan tak tajam
Cerita tentang
pertemuan
Saling
membelakangi
Lensa kacamata
teduh puisi
Dari bahasa tak
kasat
Isyarat
Hari masih
setengah bisu
Arah-arah kaku
untuk kulangkah
Semakin
menyelamimu
2015
Selesai
Gloomy Sundayadalah minggu pagi dimana aku menemuimu dan kau telah
mati di karang janjimu.
Hari itu juga membekukanku, membunuhku sepagian. Mati bersama
puisi cinta dan rindu.
30 Mei 2016
Memoar; Alun-Alun Batu
/
Aku dan kenangan
Menulis sepi di relung puisi
Bianglala jadi saksi mesra; dialog aku dan miskrammu,
Requiem cintamu.
/
Air memancur dari jening hati
Setiap kacamata kupandangi,
Itu bukan kau; kudung cokelat kudung hitam kadang tak
kudung.
Ciptakan bayang sumbang
Agustus 2016
KIKY
;Kekasihku
Aku melamun sepanjang senja
Di kota bunga. mengeja merah
rona
Sebab tak kunjung sampai
melati putih
juga semerbak wanginya
Sedang angin tak hentinya mencabik-cabik
waktu
Menghempasnya dalam relung
dadaku
Aku bergayut pada tanda tanya
Jemari mencengkram titiknya
Agar remuk sabit clurit
Gagangnya senjataku menyibak
mendung langit senja
Sejak itu wangi melati putih
kuciumi
Pada lapang belantara taman
senja
Paras cantikmu telanjangi
cakrawala barat
Sedang matahari kulempar jauh
ke punggung samudera
Tapi di bawah senja
Kau datang bersama mimpi
burukmu
Mempersangsikan durja hitamku
Aku mendekap kesangsianmu, kau
tenggelam di pelukku
Sejak itu kau setulus puspa
Kupetiki putih hatimu tiada
khatamnya
Bertabur di sanggulmu,
menghiasi pelaminan kita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar